Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright Text

RSS

Jumat, 06 Juni 2014

Perbedaan Hewan Vertebrata Dan Invertebrata

Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata.
Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya.
Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang:
1. Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor.
2. Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.
3. Tubuh berbentuk simetris bilateral.
4. mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak.
Ciri alat tubuh hewan yang bertulang belakang sebagai berikut:
1. Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon untuk pengendalian. Pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuh
2. Susunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang
3. Bersuhu tubuh panas dan tetap (homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan (poikiloternal)
4. Sistem pernapasan/terpirasi dengan paru-paru (pulmonosum) kulit dan insang operculum
5. Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang terletak di sebelah vertran (depan) dan tulang belakang
6. Kulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian dalam)
7. Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel sperma/
Pengertian Hewan Invertebrata
Hewan Invertebrata adalah yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang punggung/belakang, juga sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan invertebrata.
Filum-filum hewan invertebrate
a. Filum frotozoa
Frotozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif
dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan / generatif konjugasi.
Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas:
1) Kelas hewan berambut getar (cikata)
2) Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
3) Kelas hewan berspora (sporozoa)
4) Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)
b. Filum forifera (hewan berfori)
Forifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi forifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh forifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) forifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif.
Forifera terdiri dari tiga kelas:
1) Kelas corcorea
Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh; seghpha SP, charsarina SP
2) Kelas hexactinelida
Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes adalah yang mempunyai pipih. Hewan golongan ini mempunyai tubuh
simetris bilateral, (kedua sisi sama), tubuh lunak dan tidak bersegmen (ruas) tetapi tidak mempunyai peredaran darah.
Platyhelminthes terbagi ke dalam tiga kelas yaitu:
1) Kelas turbellaria (cacing berambut getar)
2) Kelas trematoda (cacing isap)
3) Kelas cestroda (cacing pita)
e. Filum Mollusca (hewan lunak)
Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran
Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas;
1) Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram)
2) Kelas gastropoda (golongan siput)
3) Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi)
4) Kelas amphineura
f. Filum enchinodermata (hewan berkulit duri)
Kata di atas berasal dari bahasa Yunani echimos (landak) dan derma (kulit) semua hewan yang termasuk filum echinodermata biasanya hidup di laut, bentuk tubuhnya simetris radial (sisi tubuh melingkar sama). Mempunyai sistem ameudakral (sistem pompa air). Rangka dalam berkapur dan memiliki banyak duri yang menonjol. Daya generasinya amat besar.
Filum enchinodermata terdiri dari 5 kelas yaitu:
1) Kelas bintang laut (asteroidal)
2) Kelas landak laut (echinoidal)
3) Kelas bintang laut (opiuroidal)
4) Kelas lilin laut (crinoidal)
5) Kelas teripong (holothuroidae)
g. Filum antropoda
Filum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain. Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia. Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk).
Filum antropoda terdiri atas:
1) Kelas serangga (insecta)
2) Kelas laba-laba (arachoidae)
3) Kelas udang-udangan (erustacea)
4) Kelas lipan (mynapoda)
»»  Read More...

Rabu, 22 Januari 2014

Benda-Benda Termahal Di Dunia


1. Koktail Termahal




Koktail termahal di dunia seharga 15250GBP (setara dengan Rp277,7jutaan)per gelasnya. Mengapa begitu mahal? Karena dalam minuman iniditaruh cincin berlian. Minuman ini dibuat oleh Harvey Nichols diManchester. Selain mahal, minuman ini juga diistimewakan dengan adanyapengawalan dari pihak keamanan, ketika minuman ini dihidangkan di mejamakan.

Minuman berkilau ini merupakan campuran dari 6,5 wortel turmalin dancincin berlian. Koktail ini adalah gagasan dari Jay Malik, bartendersenior, yang diminta untuk memikirkan jenis minuman yang pas untukrestoran Pink Dinners. Lemari penyimpan khusus telah disiapkan untukmenyimpan aneka bentuk cincin berlian yang ada. Pelanggan bisa memilihsendiri bentuk cincin yang diinginkan. Koktail yang termahal seharga 27ribu poundsterling (setara dengan Rp491,7 jutaan) berisi 2 cincinpertunangan.


2. Sepatu Termahal




Anda ingin merasa seperti putri raja dalam dongeng? Mungkin Anda bisamewujudkannya bila Anda memakai sepatu seharga 1 juta poundsterling(setara dengan 18,2 miliar rupiah) ini. Sepatu ini dijual di Harrods,London. Setelah difoto, sepatu ini segera diamankan dalam peti antipeluru yang diberi alarm. Dalam mendesain, Stuart Weitzman terinspirasidari sandal rubi dalam film Wizard of Oz, yang ditenun dari benangplatina dan dihiasi dengan 642 batu rubi.


3. Potong Rambut Termahal




Jika Anda ingin rambut Anda dipotong oleh Lee Stafford, London, makaAnda harus merogoh kocek yang cukup dalam, yakni sebesar 1925GBP(sekitar Rp35 jutaan). Selain jasa pangkas rambut yang hanya bisa Andalakukan di rumahnya, Anda juga akan mendapatkan sampanye, horsd'oeuvres (sejenis makanan pembuka) dan penataan rambut.


4. Rumah Termahal




Rumah yang satu ini bukan rahasia, rumah baru yang mewah dan luas diWindlesham, Inggris ini terkenal dengan nama Updown Court. Bangunanseluas 58 acre (setara dengan 23,47202 hektar) ini mempunyai 103 kamar,5 kolam renang, dan lahan pribadi untuk tempat helikopter. Andaberminat pindah ke sana? Sediakan uang 70 juta poundsterling atau 1,2trilyun rupiah.


5. Teh Celup Termahal




Teh celup seharga 7500GBP (setara dengan Rp136,6 jutaan) ini dibuatuntuk merayakan ulang tahun PG Tips yang ke 75. Boodles, desainerperhiasan memerlukan waktu 3 bulan untuk membuat teh celup yang dihiasi280 berlian ini.


6. Jam Termahal




Selain mahal, ini adalah salah satu jam paling rumit yang pernahdibuat. Jam ini dijual di Sotheby's seharga US$11juta (setara dengan101,6 miliar rupiah). Jam saku ini terbuat dari emas dengan 24 fituryang rumit.


7. Handphone Termahal




Pembuat handphone berlapis emas dan berlian ini adalah Peter Aloisson.Harganya jauh lebih mahal dari mobil BMW seri 3 atau Jaguar tipe S,yaitu sebesar 28 ribu poundsterling (sekitar Rp511,2 jutaan). Handphonemerk Motorola ini dilapisi 1200 berlian dan tombol jarinya terbuat dariemas 18 karat. Salah satu ringtonenya direkam dari handphone lainbuatan Aloisson, Diamante, yang juga dilapisi emas dan 950 berlian.Diamante ini seharga 23 ribu poundsterling (setara dengan Rp 419,9jutaan). Anda berminat membelinya?


8. Cat Kuku Termahal




Cantik dan istimewa, mungkin itu rasanya bila kuku Anda dicat dengancat kuku yang mengandung serbuk platina ini. Nama cat kuku ini 'I Do',merupakan produk kolaborasi antara majalah Allure, penyuplai platinaJohnson Matthey, PGI, dan Essie Cosmetics. Harganya US$250 (setaradengan Rp2,3 jutaan).


9. Dasi Termahal




Ketika Salman Khan, aktor India memperagakan busana lengkap besertadasi termahal ini, dasi ini langsung menjadi terkenal di seluruh jagad.Pasalnya, dasi ini bertatahkan 261 berlian 77 karat, terbuat dari kainsutra murni dan emas 150gram. Dasi hasil desain Paul dan grup SuashishDiamond ini bernilai 1 crore (sekitar 1juta rupee atau Rp 215,3jutaan)


10. Parfum termahal




Parfum seharga 47500 poundsterling (sekitar Rp867,3 jutaan) inidipersembahkan dalam paket-paket kecil yang cantik. Wewangian inidibuat oleh ahli parfum asal Inggris, Arthur Burnham. Burnham membuat 4botol berlapis platina, emas 24 karat, batu rubi, dan berlian.


11. Pena Termahal




Perusahaan Swiss 'Caran d'Ache' membuat pena 'La Modernista Diamonds'yang dijual di Harrods, London dengan harga US$265 ribu. Pena inikhusus dibuat untuk mengenang arsitek Antonio Gaudi, pena perak iniberlapis rhodium, 5072 berlian dan 96 serpihan batu rubi, mata penanyadilapisi emas 18 karat.


12. Lukisan Termahal




Mahakarya Pablo Picasso ini dibuat tahun 1905 ketika beliau masihberumur 24 tahun. Lukisan bernama Garcon a la Pipe (bocah dengan piparokok) laku terjual seharga 104 juta dolar (sekitar 962,6 miliarrupiah) saat dilelang di Sotheby's, New York.


13. Jamur Termahal




Restoran Italia 'Zafferano' di Knightsbridge membeli truffle (sejenisjamur) termahal di dunia. Seberapa mahal? Tariklah napas dalam-dalam!Restoran ini rela membayar 28 ribu poundsterling (sekitar) hanya untuk1,88 pon jamur selama acara lelang sosial di Tuscany.


14. Boneka Teddy Bear Termahal




Bulu-bulu boneka favorit anak-anak ini dijahit dengan benang keemasan,matanya terbuat dari emas dan batu nilam cabochons, yang dikelilingioleh berlian. Telinganya terbuat dari emas 24 karat. Panjang boneka ini50 cm dan boneka ini bisa menggeram. Harga boneka ini tergantung modeldan aksesoris boneka yang Anda inginkan.


15. Jeans Termahal




Jeans mahal bagi pria dan wanita ini ditawarkan dengan beragam harga,tergantung dari jenis kancing yang Anda pilih. US$1000 (sekitar Rp9,3jutaan) untuk jeans berkancing perak, US$1500 (sekitar Rp13,9 jutaan)untuk jeans berkancing emas. Jeans berkancing platina ditawarkan denganharga US$3250 (sekitar Rp30,3 jutaan) dan yang paling mahal, jeansberkancing berlian seharga US$4000 (sekitar Rp37,3 jutaan). Sedangkanbahan dasar kain jeans itu sendiri merupakan kain tenun berkualitasdari India

»»  Read More...

Narrative Text


Contoh Narrative text pendek ini pada umumnya merupakan materi pelajaran yang wajib untuk bangku SMP dan juga SMA, di Bab Narrative text biasanya para siswa dituntut untuk bisa menceritakan sebuah kisah, dongeng ataupun cerita dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu mari kita mengenal terlebih dahulu macam macam Narrative text tersebut, yang terbagi atas 4 bagian

1. Orientation
. Merupakan bagaian awal pada narrtive text, dibagaian ini pada umumnya tokoh tokoh pada cerita narrative text diperkenalkan, selain tokoh, pada bagian ini juga dihelaskan waktu dan tempat terjadinya cerita narrative text tersebut.
2. Complication. Seperti arti sebenarnya, Complication adalah masalah, nah pada bagian ini, merupakan bagian dari Narrative text untuk menceritakan Masalah ataupun Konflik yang ada pada teks
3. Resolution. Resolution merupakan bagian dari narrative text Bahasa Inggris ataupun singkat yang berisi tentang penyelesaian masalah yang terjadi pada tokoh utama dalam teks. Bagian ini dapat berupa akhir yang baik ataupun akhir yang buruk
4. Reorientation merupakan akhir dari cerita narrative text yang biasanya memuat tentang akhir kisah / ceritanya, biasanya happy ending atau sad ending. Sudah pada mengerti bukan tentang Bagian bagian yang ada pada Narrative text.?
Setelah mengetahui macam camam dari Narrative text, kita masuk ke bagian contoh Narrative text agar teman teman bisa lebih mengerti tentang Narrative text, Contoh yang akan saya berikan dibawah ini adalah Contoh Narrative text Pendek Bahasa Inggris lebih Khususnya Contoh Narrative text Fable, Yuk mari kita simak

Contoh Narrative Text Pendek Bahasa Inggris

The Legend of Rawa Pening
Once upon a time, there was a little poor boy came into a little village. He was very hungry and weak. He knocked at every door and asked for some food, but nobody cared about him. Nobody wanted to help the little boy. Finally, a generous woman helped him. She gave him shelter and a meal. When the boy wanted to leave, this old woman gave him a “lesung”, a big wooden mortar for pounding rice. She reminded him, “please remember, if there is a flood you must save yourself. Use this “lesung” as a boat”. The “lesung” was happy and thanked the old woman.The little boy continued his journey. While he was passing through the village, he saw many people gathering on the field. The boy came closer and saw a stick stuck in the ground. People challenged each other to pull out that stick. Everybody tried, but nobody succeeded. “Can I try?” asked the little boy. The crowd laughed mockingly. The boy wanted to try his luck so he stepped forward and pulled out the stick. He could do it very easily. Everybody was dumbfounded. Suddenly, from the hole left by stick, water spouted out. It did not stop until it flooded the village. And no one was saved from the water except the little boy and the generous old woman who gave him shelter and meal. As she told him, he used the “lesung” as a boat and picked up the old woman. The whole village became a huge lake. It is now known as Rawa Pening Lake in Salatiga, Central Java, Indonesia.
The Monkeys and The Cap Seller
Once, a cap seller was passing through a jungle. He was very tired and needed to rest. Then, he stopped and spread a cloth under a tree. He placed his bag full of caps near him and lay down with his cap on his head.
The cap seller had a sound sleep for one hour. When he got up, the first thing he did was to look into his bag. He was startled when he found all his caps were not there.
When he looked up the sky, he was very surprised to see monkeys sitting on the branches of a tree, each of the monkeys is wearing a cap of on its head. They had evidently done it to imitate him
He decided to get his caps back by making a humble request to the monkeys. In return, the monkeys only made faces of him. When he begun to make gesture, the monkeys also imitated him.
At last he found a clever idea. ” Monkeys are a great imitator,” he thought. So he took off his own cap and threw it down on the ground. And as he had expected, all the monkeys took off the caps and threw the caps down on the ground. Quickly, he stood up and collected the caps, put them back into his bag and went away.

Pembahasan untuk Narrative Text diatas

Orientation: The cap seller as the participant (main character), once time as time setting, and in the jungle as place setting. We note from discussion that the elements of orientation is shortly answering who, when and where of the story.
Complication: The cap seller wants the monkeys to bring back his caps but the monkeys do not return them. Of course this makes the cap seller face a problem. Complication in a narrative text is not always in single problem. That is we know a major conflict and minor conflict.
Resolution: The cap seller gets the monkey to bring back the cap by acting of throwing his own cap. The monkeys imitate what he has done so the problem is is solved. This story has happy ending as the cap seller has his caps returned.

Contoh Narrative Text Fable

The Story of Smart Monkey and Dull Crocodile
One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.
Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”
At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.
“Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.”

The story Rabbit and Bear
Once upon a time, there lived a bear and a rabbit. The rabbit was a good shot. On the contrary, the bear was always clumsy and could not use the arrow to shoot
.
One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows. Because he was afraid to arouse the bear’s anger, he did not refuse the challenge. He went with the bear and shot buffaloes. He shot and killed so many that there were lots of meats left after.
However the bear did not make the rabbit get any of the meat. Even he could not taste it. The poor rabbit went home hungrily after a day of hard work.
Fortunately, the youngest child of the bear was very kind to the rabbit. His mother bear always gave him an extra large piece of meat but he did not eat it all. He took some outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked the ball of meat toward the rabbit’s house. The meat flew into the rabbit’s house. In this way, the hungry rabbit got his meal.
King of The Jungle
One day a tiger saw a fox walking alone. Then, he intended to attack the fox. When Tiger jumped on Fox, Fox cried out, “How dare you attack the king of the jungle?” Tiger looked at him in amazement. “Nonsense! You are not King!” “Certainly I am,” replied the Fox. “All the animals run from me in terror! If you want proof, come with me.” Fox went into the forest with tiger in heels. When they came to a herd of deer, the deer saw Tiger behind the Fox and ran in all direction. They came to a group of monkey, the monkey saw the tiger behind fox and they fled. Fox looked to tiger and said, “Do you need more proof than that? See how the animals flee at the first sight of me?” “I am surprised, but I’ve seen it with my own eyes. Forgive me attacking you, Great King.” Tiger bowed low with great ceremony, he let the fox go.

»»  Read More...

5 BENDA TERKUTUK DI DUNIA


1. Batu Uluru

5 Benda Terkutuk di Dunia

Sebuah tempat wisata alam yang terdiri dari formasi bebatuan indah berukuran besar bernama Ayers Rock di Taman Nasional Uluru Kata Tjuta, Australia, terkenal hingga ke berbagai pelosok dunia. Taman wisata tersebut tak hanya dikenal memiliki pesona indah, namun juga menyimpan sebuah misteri yang hingga saat ini belum tepecahkan. Menurut kepercayaan Suku Aborigin, bebatuan di Uluru memiliki sebuah kutukan. Karenanya, pengunjung yang datang jangan pernah coba-coba untuk mengambil batu di tempat tersebut. Jika itu dilakukan, maka nasib buruk akan menghampiri hingga mereka yang mengambil batu uluru akan mengembalikannya disertai dengan permohonan maaf.
Bagi Suku aborigin, Uluru adalah tempat keramat atau suci dengan banyak mata air dan lukisan primitif. Penduduk Aborigin, Australia percaya jika Ayers Rock yang terdaftar sebagai situs Warisan Dunia Unesco, dibentuk oleh kegiatan mahluk leluhur. Uluru dianggap sebagai bukti fisik kegiatan spektakuler nenek moyang selama periode penciptaan.
Dalam mitos suku aborigin, dua suku roh leluhur diundang untuk pesata di daerah tersebut. Namun mereka terganggu oleh kecantikan perempuan sleepy lizard. Suku leluhur yang hadir kemudian marah hingga kemudian mereka terlibat suatu pertempuran dan pembantaian hingga berujung kematian pada keduanya. Atas peristiwa tersebut bumi bangkit dalam kesedihan hingga terbentuklah Uluru. Agar tetap suci, suku aborigin di daerah masih menggunakan uluru untuk kegiatan ritual. Dengan cerita mitos yang masih bertahan hingga saat ini, batu uluru dipercaya memiliki kutukan dan tidak boleh berpindah dari tempat asalnya.


2. Lukisan Anak Laki-Laki Membawa Petaka

5 Benda Terkutuk di Dunia


Di Inggris, sebuah lukisan anak laki-laki yang sedang menangis menjadi pajangan favorit beberapa keluarga. Namun demikian, ada yang menganggap lukisan anak laki-laki menangis yang dipajang di dalam rumah bisa membawa malapetaka. Anggapan tentang kutukan pada lukisan anak laki-laki menangis pertama kali muncul pada tahun 1985. Saat itu surat kabar the Sun memberitakan sebuah peristiwa kebakaran yang dialami sebuah keluarga. Pemilik rumah tersebut yaitu Ron dan Mei menyalahkan lukisan anak laki-laki menangis sebagai penyebab kebakaran.
Api yang menjadi sumber kebakaran tersebut sebenarnya berasal dari chip-pan di dapur rumah Ron dan Mei. Api yang tidak cepat dipadamkan kemudian menjalar hingga menghanguskan seluruh bangunan dan seisi rumah. Pada saat api telah padam, Ron dan Mei kemudian mencari barang yang bisa diselamatkan di antara puing-puing bangunan. Saat itulah mereka kemudian mendapati lukisan anak laki-laki menangis masih tergantung tanpa mengalami kerusakan sedikit pun. Melihat kondisi tersebut, keduanya kemudian menyalahkan lukisan itu sebagai biang terjadinya kebakaran.
Dalam artikelnya, the Sun juga menyertakan foto lukisan anak laki-laki menangis yang tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Untuk menambah dramatisasi berita, the Sun menambahkan keterangan untuk foto lukisan tersebut dengan kalimat air mata ketakutan. Saat itu, lukisan anak laki-laki menangis telah dicetak hingga 50.000 lembar dan dijual di berbagai supermarket di Inggris. Setelah berita menghebohkan the sun tersebut, tak sedikit yang mempercayainya dan membuang lukisan tersebut. Namun ada juga yang tidak percaya dan membiarkannya menggantung di dinding sebagai lukisan rumah.


3. Patung Tentara Teracotta

5 Benda Terkutuk di Dunia

Benda lain yang diyakini memiliki kutukan adalah patung tentara Teracotta. Meski dinilai sebagai temuan arkeolog paling menakjubkan di cina, namun hal itu tak lantas membuat senang dan makmur tujuh petani yang menemukannya. Bahkan tujuh petani tersebut justru terus didera kesusahan. Hidup para petani tersebut makin melarat meski negaranya berjaya dan bertambah kaya. Bahkan, tiga di antara tujuh petani penemu patung tentara Teracotta tersebut tewas di usia yang masih terbilang muda.
Apa yang dialami para petani tersebut kemudian dikaitkan dengan kutukan yang ada dalam patung tentara Teracotta. Menurut kepercayaan kuno, tentara Teracotta diciptakan untuk membantu Kaisar Quin Shi melanjutkan pemerintahannya di akhirat. Patung tentara teracotta sendiri sengaja dikubur oleh Kaisar Quin Shi pada tahun 210 hingga 209 masehi. Terkait dengan nasib para petani yang menemukannya, hal itu karena patung tersebut diciptakan bukan untuk kehidupan di dunia, melainkan sebagai pengawal di akhirat kelak.
Patung tentara Teracotta yang ditemukan berjumlah 8.000 buah, termasuk kuda, kereta, senjata dan benda bersejarah lainnya. Meski berusia tua, namun bentuk patung tentara teracotta sangat rinci dengan prajurit yang mengenakan seragam militer plus tanda kepangkatan. Bukan hanya itu, bentuk wajah dari patung tentara Teracotta pun sangat hidup. Saat ini, patung tentara Teracotta menjadi atraksi wisata populer di Cina. Para pengunjung bisa melihat langsung patung tentara ini di sebuah hanggar khusus yang dibangun pemerintah. Soal kutukan yang ada dalam patung tersebut tergantung pengunjung, apakah mau percaya atau mengacuhkannya.


4. Berlian Harapan, Diamond Hope

5 Benda Terkutuk di Dunia

Berlian yang saat ini tersimpan di Smithsonian Natural History Museum di Washington, merupakan yang paling terkenal di dunia. Bukan hanya karena keindahan dan nilai dari batu berlian yang tak terhingga, namun juga kepercayaan sebagian orang jika berlian harapan atau Diamond Hope ini memiliki kutukan. Nama batu mulia ini memang mengandung unsur harapan. Namun pada kenyataannya batu ini sama sekali tak memberikan harapan kepada mereka yang memilikinya.
Konon, diamond hope ini dicuri oleh seorang pendeta yang akhirnya mati karena menjadi pencuri pertama berlian tersebut. Benda terkutuk ini kemudian berpindah tangan ke seorang pedagang asal perancis bernama Jean Baptiste Teferrnier. Pria asal perancis ini juga kemudian meninggal dunia setelah diterkam oleh segerombolan anjing rabies. Sejak keberadaannya pada ratusan tahun lalu hingga saat ini tersimpan di museum washington, diamond hope telah telah mengalami puluhan kali perpindahan kepemilikan. Perjalanannya pun sangat panjang mulai dari India, Perancis, Inggris hingga Amerika Serikat.
Berlian harapan ini juga dikenal dengan le bijou du roi atau raja jewel. Pada desember 1988, Gemological Institute of America’s Gem menyatakan, berlian ini memiliki kandungan batu mulia 45.52 karat dengan berat 9,1 gram. Bila dibandingkan, bentuk dan ukurannya mirip dengan telur merpati atau kenari. Terlepas dari kepercayaan adanya kutukan, warna batu ini sangat menakjubkan dan terkesan mewah. Dalam warna biru gelap keabu-abuan, sesekali diamond hope ini memancarkan warna merah.


5. Batu Blarney

5 Benda Terkutuk di Dunia


Batu blarney adalah sisi atau blok batu biru yang dibangun di dalam benteng blarney, sekitar delapan kilometer dari Cork, Irlandia. Menurut legenda masyarakat setempat, mereka yang mencium batu endows dipercaya akan mendapat keberkahan dan sanjungan. Sebaliknya, jika pengunjung atau seseorang memindahkan atau mengambil bagian dari batu blarney, maka hidupnya tidak akan tentang karena dikutuk. Entah siapa yang memulai ritual tersebut, yang jelas saat ini banyak orang percaya dengan mitos kutukan tersebut.
Ritual mencium batu blarney menurut penjaga benteng, telah dilakukan oleh jutaan orang, termasuk negarawan atau tokoh dunia serta artis. Untuk bisa mencium atau menyentuh batu tersebut dengan bibir, seseorang harus naik ke puncak kastil. Ia kemudian bersandar ke belakang di tepi tembok pembatas. Meski tembok pembatas kini dilengkapi dengan rel panduan besi tempa dan lintang pelindung, namun tetap saja jika ritual masih dapat memicu serangan acrophobia atau rasa takut yang ekstem atau tidak rasional pada ketinggian.
Ritual mencium batu blarney pertama kali dilakukan pada tahun 1897. Namun setelah ratusan ribu atau mungkin jutaan orang melakukannya, cerita mengerikan muncul pada tahun 1946. Seorang pria mencoba mencium blarney stone jatuh dari ketinggian dan meninggal dunia. Dari hasil investigasi terungkap jika pria tersebut adalah korban pembunuhan. Sebelum mencium batu blarney, seseorang telah melonggarkan ikatan tali pada dekat sepatunya.


»»  Read More...

Rabu, 30 Januari 2013

Belajar Mengelola Sampah Dari Negara Lain

1. Korea
Menurut laporan UNEP Green Economy, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Korea dengan berbagai kebijakannya, berhasil menggalakkan program daur ulang di Negeri Ginseng itu sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Hal tersebut dilakukan pemerintah demi menciptakan masyarakat yang mampu memanfaatkan kembali sumber daya (Resource Recirculation Society).
Kebijakan “Extended Producer Responsibility” (EPR) dari pemerintah mewajibkan perusahaan dan importir untuk mendaur ulang sebagian dari produk mereka. (EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Ini berarti perusahaan yang manufaktur, impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur. Prinsip pengotor membayar - prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan
Lima tahun setelah kebijakan EPR ini diluncurkan yaitu pada 2003, sebanyak 6,067 juta ton sampah berhasil didaur ulang dengan manfaat finansial mencapai lebih dari US $1,6 miliar. Pada 2008, sebanyak 69.213 ton produk plastik berhasil didaur ulang, membawa manfaat ekonomi sebesar US$69 juta. Selain itu, dalam masa empat tahun penerapan EPR (2003-2006), sistem ini berhasil menciptakan 3.200 lapangan kerja baru .
Manfaat EPR terhadap lingkungan juga tak kalah besarnya. Dengan mendaur ulang produk-produk yang ditentukan oleh EPR, Korea berhasil mengurangi emisi karbon dioksida rata-rata 412.000 ton per tahun. Sistem EPR juga berhasil mencegah terciptanya 23.532 ton emisi gas rumah kaca dari pembuangan dan pembakaran sampah plastik.
Walaupun jumlah sampah di Korea terus meningkat (sejak tahun 2000), namun jumlah sampah yang berhasil didaur ulang juga terus naik. Contoh, pada tahun 1995, sebanyak 72.3% sampah padat dibuang di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dan hanya 23,7% yang berhasil didaur ulang. Pada tahun 2007, 57.8% sampah padat berhasil didaur ulang dan hanya 23,6% yang dibuang. Pada tahun yang sama, sebanyak 81,1% dari total sampah berhasil didaur ulang.
Dengan berkurangnya sampah dan tempat pembuanganya, bisnis baru tercipta. Proyek Pemulihan Kembali Gas Dari Sampah Korea (Korea’s Landfill Gas Recovery Project) kini menjadi sebuah proyek pengembangan energi bersih besar dengan kapasitas energi mencapai 50 MWh dan memroduksi 363.259 MWh pada tahun 2009.
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Perkotaan (Metropolitan Landfill Power Plant) telah berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 0,4 juta ton antara April dan November 2007. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi 7 juta ton emisi gas rumah kaca dalam jangka waktu 10 tahun (dari April 2007 hingga April 2017).
Dalam periode yang sama, pembangkit tersebut diharapkan mampu menghemat biaya pemerintah sebesar US$126 juta. Pembangkit ini juga telah berhasil mengurangi impor minyak Korea sebesar 530.000 barel pada tahun 2009.
2. Belanda
Sementara itu di Eropa dalam mengatasi masalah sampah ini, Komisi Eropa telah membuat panduan dasar pengelolaan sampah yang diperuntukkan untuk negara-negara anggotanya, seperti Belanda, Swedia dan Jerman. Dalam penyusunan panduan itu melibatkan pemerintah, pengusaha, dan rakyat masing-masing negara. Lalu, Kebijaksanaan Eropa itu kemudian diterjemahkan oleh parlemen negara masing-masing ke dalam perundang-undangan domestik, yang berlaku buat pemerintah pusat hingga daerah.
Sampai dengan abad ke-17 penduduk Belanda melempar sampah di mana saja sesuka hati. Di abad berikutnya sampah mulai menimbulkan penyakit, sehingga pemerintah menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah. Di abad ke-19, sampah masih tetap dikumpulkan di tempat tertentu, tapi bukan lagi penduduk yang membuangnya, melainkan petugas pemerintah daerah yang datang mengambilnya dari rumah-rumah penduduk. Di abad ke-20 sampah yang terkumpul tidak lagi dibiarkan tertimbun sampai membusuk, melainkan dibakar. Kondisi pengelolaan sampah di Negeri Kincir Angin (Belanda) saat itu kira-kira sama seperti di Indonesia saat ini.
Di Belanda, mereka memisahkan sampah menjadi: sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang tidak berbahaya bila dibakar, dan sampah yang berbahaya/beracun. Pemerintah Belanda menyediakan tempat2 sampah sesuai jenisnya, sehingga memudahkan dinas pengelolaan sampah untuk mengolahnya. Sampah organik seperti sisa makanan ataupun daun2an kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Sampah2 seperti kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang kembali. Sedangkan sampah2 yang tidak berbahaya dibakar untuk kemudian bisa membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap (ini bisa jadi solusi buat PLN yang katanya lagi krisis energi). Sedangkan sampah2 berbahaya seperti batu baterai dan aki di karantina karena berbahaya bagi lingkungan (sanitary landfill)
3. Swedia
Pengelolaan sampah di Swedia selalu mengedepankan bahwa sampah merupakan salah satu resources yang dapat digunakan sebagai sumber energi. dasar pengelolaan sampah diletakkan pada minimasi sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Keberhasilan penanganan sampah itu didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang sudah sangat tinggi. Landasan kebijakan Swedia, senyawa beracun yang terkandung dalam sampah harus dikurangi sejak pada tingkat produksi. Minimasi jumlah sampah dan daur ulang ditingkatkan. Pembuangan sampah yang masih memiliki nilai energi dikurangi secara signifikan.
Sehingga, kebijaksanaan pengelolaan sampah swedia antara lain meliputi: Pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA harus berkurang sampai dengan 70 % pada tahun 2015. Sampah yang dapat dibakar (combustible waste) tidak boleh dibuang ke TPA sejak tahun 2002. Sampah organik tidak boleh dibuang ke TPA lagi pada tahun 2005. Tahun 2008 pengelolaan lokasi landfill harus harus sesuai dengan ketentuan standar lingkungan. Pengembangan teknologi tinggi pengolahan sampah untuk sumber energi ditingkatkan.
Kebijakan pemerintah dan budaya masyarakat yang mengerti arti kebersihan dan energi, membuat Swedia menjadi negara maju dalam pengelolaan sampah. Dalam data statistik Eurostat, rata-rata jumlah sampah yang menjadi limbah di negara-negara Eropa adalah 38 persen. Swedia berhasil menekan angka itu menjadi hanya satu persen.
Swedia, negara terbesar ke-56 di dunia, dikenal memiliki manajemen sampah yang baik. Mayoritas sampah rumah tangga di negara Skandinavia itu bisa didaur ulang atau digunakan kembali. Satu-satunya dampak negatif dari kebijakan ini adalah Swedia kini kekurangan sampah untuk dijadikan bahan bakar pembangkit energinya.
Swedia kini mengimpor 800 ribu ton sampah per tahun dari negara-negara tetangganya di Eropa. Mayoritas sampah ini berasal dari Norwegia. Sampah-sampah ini sekaligus untuk memenuhi program Sampah-Menjadi-Energi (Waste-to-Energy) di Swedia. Dengan tujuan utama mengubah sampah menjadi energi panas dan listrik.
Norwegia, sebagai negara pengekspor, bersedia dengan perjanjian ini karena dianggap lebih ekonomis dibanding membakar sampah yang ada. Namun, dalam rencana perjanjian disebutkan, sampah beracun, abu dari proses kremasi, atau yang penuh dengan dioksin, akan dikembalikan ke Norwegia.
Sedangkan bagi Swedia, mengimpor sampah adalah pemikiran maju dalam hal efisiensi dan suplai energi bagi kebutuhan manusia. Membakar sampah dalam insinerator mampu menghasilkan panas. Di mana energi panas ini kemudian didistribusikan melalui pipa ke wilayah perumahan dan gedung komersial. Energi ini juga mampu menghasilkan listrik bagi rumah rakyatnya.
Dikatakan oleh Catarina Ostlund, Penasihat Senior untuk Swedish Environmental Protection Agency, kebijakan ini bisa meningkatkan nilai dari sampah di masa depan. "Mungkin Anda bisa menjual sampah karena ada krisis sumber daya di dunia," ujar Ostlund.
Sesudah Norwegia, Swedia menargetkan mengimpor sampah dari Bulgaria, Rumania, dan Italia. Selain membantu Swedia dalam menyediakan sumber energi, impor sampah ini juga menjadi solusi pengelolaan sampah bagi negara-negara pengekspornya. (Zika Zakiya. Sumber: Phys.org)
4. Austria
Kelompok statistik Uni Eropa Eurostat telah mengumumkan nama negara yang melakukan daur ulang paling sukses pada 2009, yaitu Austria. Menurut statistic Eurostat itu, tidak kurang dari 70 persen limbah dari rumah tangga didaur ulang atau dijadikan kompos di Austria. Usaha pengomposan itu menempati tingkat pertama di atas 26 negara yang tergabung dalam Uni Eropa.
Di Inggris, sebagai perbandingan, bisa dikatakan Negara yang terburuk dalam melakukan daur ulang. Karena negara itu hanya 26 persen saja dan menempati posisi akhir dari statistik itu.
Laporan Eurostat itu menampilkan data khususnya soal limbah yang dihasilkan Negara-negara di Uni Eropa. Secara per kapita, penduduk Eropa menghasilkan rata-rata 513 kg limbah rumah tangga selama tahun 2009. Rata-rata ini adalah tingkat tertinggi, sementara angka limbah rumah tangga tertinggi dihasilkan oleh Denmark dengan 833 kg dan yang terrendah adalah Republik Ceko dengan 316 kg limbah.
Di Eropa limbah yang dihasilkan oleh warganya rata-rata 504 kg per hari. Dari jumlah itu, 38 % dibuang ke TPA, 24 % didaur ulang, 20 % diinsinerasi dan 18 % diubah menjadi kompos.
5. Jerman
Sejak 1972 pemerintah Jerman melarang sistem sanitary landfill, karena terbukti selalu merusak tanah dan air tanah. Bagaimanapun sampah merupakan campuran segala macam barang (tidak terpakai) dan hasil reaksi campurannya seringkali tidak pernah bisa diduga akibatnya. Pada beberapa TPA atau instalasi daur ulang selalu terdapat pemeriksaan dan pemilahan secara manual. Hal ini untuk menghindari bahan berbahaya tercampur dalam proses, seperti misalnya baterei dan kaleng bekas oli yang dapat mencemari air tanah. Sampah berbahaya ini harus dibuang dan dimusnahkan dengan cara khusus.
Di Jerman terdapat perusahaan yang menangani kemasan bekas (plastik, kertas, botol, metal dsb) di seluruh negeri, yaitu DSD/AG (Dual System Germany Co). DSD dibiayai oleh perusahaan-perusahaan yang produknya menggunakan kemasan. DSD bertanggung jawab untuk memungut, memilah dan mendaur ulang kemasan bekas.
Berbeda dengan kondisi Jerman 30 tahun silam, terdapat 50.000 tempat sampah yang tidak terkontrol, tapi kini hanya 400 TPA (Tempat Pembuangan Akhir). 10-30 % dari sampah awal berupa slag yang kemudian dibakar di insinerator dan setelah ionnya dikonversikan, dapat digunakan untuk bahan konstruksi jalan.
Cerita menarik proses daur ulang ini datangnya dari Passau Hellersberg adalah sampah organik yang dijadikan energi. Produksi kompos dan biogas ini memulai operasinya tahun 1996. Sekitar 40.000 ton sampah organik pertahun selain menghasilkan pupuk kompos melalui fermentasi, gas yang tercipta digunakan untuk pasokan listrik bagi 2.000 - 3.000 rumah.
6. Mesir
Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.
Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.
Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.
Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.
7. Jepang
a. Belajar dari Osaka
Menurut Katsuya Tokurei (Kepala Bappeda Kota Osaki), di Kota Osaki pemilahan sampah dimulai sejak 15 tahun lalu dengan 25 jenis sampah yang dipilah. Pemilahan sampah diawali sejak keluar dari rumah, untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Selama 8 tahun pemerintah secara konsisten menjelaskan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari dapur. Sampai akhirnya sekarang ini masyarakat Osaki selalu memilah sampah sejak dari dapur dan sekarang ditanamkan hal tersebut ke anak-anak sejak usia dini.
Sampah rumah tangga paling banyak menghabiskan tempat dan volume. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang paling berat, paling sulit dibuang saat keluar dari rumah. Namun, sampah organik bila dipisah dapat menjadi sumber daur ulang dengan nilai ekonomis.
Menurut Tokurei, tahun 1998 lalu, sampah di Kota Osaki mencapai 4.382 ton setiap hari. Setelah masyarakat diberikan ilmu tentang pemilahan sampah, maka setahap demi setahap jumlah sampah mulai menurun. Tahun 1999, sampah yang dihasilkan tinggal 3.763 ton, tahun 2000 menurun lagi menjadi 2.393 ton, memasuki tahun 2001 jadi tinggal 1.700 ton. Dan terus menurun, hingga akhirnya tinggal nol dan 80 persen sampah di Kota Osaki dapat didaur ulang, dan yang masuk ke TPA tingga 20 persen.
b. Belajar dari Tokyo;
Sekitar 75% sampah di Jepang diolah dengan cara dibakar. Sekitar 20 tahun lalu, orang Jepang belum melakukan pemilahan sampah. Di tahun 1960 dan 1970-an, orang Jepang bahkan masih rendah kepeduliannya pada masalah pembuangan dan pengelolaan sampah.
Pada saat itu, Jepang baru bangkit menjadi negara industri, sehingga masalah lingkungan hidup tidak menjadi prioritas. Contohnya kasus pencemaran Minamata, saat pabrik Chisso Minamata membuang limbah merkuri ke lautan dan mencemari ikan serta hasil laut lainnya. Para nelayan dan warga sekitar yang makan ikan dari laut sekitar Minamata menjadi korban. Di tahun 2001, tercatat lebih dari 1700 korban meninggal akibat tragedi tersebut.
Di tahun 60 dan 70-an, kasus polusi, pencemaran lingkungan, keracunan, menjadi bagian dari tumbuhnya industri Jepang. Di kota Tokyo sendiri, limbah dan sampah rumah tangga saat itu menjadi masalah besar bagi lingkungan dan mengganggu kehidupan warga Tokyo.
Pada pertengahan 1970-an mulai bangkit gerakan masyarakat peduli lingkungan atau “chonaikai” di berbagai kota di Jepang. Masyarakat menggalang kesadaran warga tentang cara membuang sampah, dan memilah-milah sampah, sehingga memudahkan dalam pengolahannya. Gerakan mereka menganut tema 3R atau Reduce, Reuse, and Recycle. Mengurangi pembuangan sampah, Menggunakan Kembali, dan Daur Ulang.
Gerakan tersebut terus berkembang, didukung oleh berbagai lapisan masyarakat di Jepang. Meski gerakan peduli lingkungan di masyarakat berkembang pesat, pemerintah Jepang belum memiliki Undang-undang yang mengatur pengolahan sampah. Bagi pemerintah saat itu, urusan lingkungan belum menjadi prioritas.
Baru sekitar 20 tahun kemudian, setelah melihat perkembangan yang positif dan dukungan besar dari seluruh masyarakat Jepang, Undang-undang mengenai pengolahan sampah diloloskan Parlemen Jepang
Bulan Juni 2000, UU mengenai Masyarakat Jepang yang berorientasi Daur Ulang atauBasic Law for Promotion of the Formation of Recycling Oriented Society disetujui oleh parlemen Jepang. Sebelumnya, pada tahun 1997, Undang-undang Kemasan Daur Ulang atau “Containers and Packaging Recycle Law” telah terlebih dahulu disetujui oleh Parlemen.
Pada mulanya pengolahan sampah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tokyo, akan tetapi saat ini pengolahan sampah telah diambil alih oleh Asosiasi Pemrosesan Sampah Kota/Kecamatan. Asosiasi tersebut tidak bertujuan mencari laba.
Tempat Pengolahan sampah dibangun diatas tanah seluas 44.400 m2, dengan rincian untuk bangunan pengolah sampah seluas 28.548 m2 dan bangunan administrasi 2.236 m2. Bangunan pengolah sampah dilengkapi dengan Stack berupa silinder bertulang baja setinggi 130 m. Fasilitas Slag stock dengan konstruksi bertulang baja setinggi 9,6 m. Tempat Pengolahan sampah dibangun dengan modal 29 Milyar yen dengan pegawai 36 orang. Metode pembakaran TPS dengan cara Fully continuous combustion dengan kapasitas 600 ton per hari.
Hasil pembakaran sampah berupa debu, kemudian dipanaskan lagi dengan suhu 3000oC sehingga dapat diperoleh material bangunan yang disebut slag. Material tersebut sangat bernilai sebagai material baru untuk konstruksi bangunan.
Masyarakat Jepang terkenal sangat serius dalam menangani sampah. Tidak hanya tidak boleh membuang sampah sembarangan, melainkan juga harus memisahkan-misahkan berbagai jenis sampah sebelum dibuang, jadi tidak ada sampah yang di masukkan kedalam kantong sampah secara “borongan”.
Secara prinsip, sampah di Jepang dibagi menjadi 4 jenis :
• Sampah bakar (conbustible) • Sampah tidak bakar (nonconbustible) • Sampah daur ulang (recycle) • Sampah ukuran besar
Di negara Jepang, Ada jadwal di hari hari tertentu yang mengatur jenis sampah saja yang harus dibuang, Petugas akan mengambil sampah tiap hari sesuai jadwal dan jenis sampahnya.
Dalam tehnik pengolahan sampah :
1. Truk-truk sampah masuk ke pusat pengolahan melalui pintu utAma.
2. Truk ditimbang untuk mengetahui berat sampah yang dibawa.
3. Sampah-sampah dimasukan ketempat pembakaran.
4. Ampas hasil sampah digunakan membuat cone-block untuk trotoar lingkungan setempat.
5. Cairan dari sampah basah, tempat pengolahan memiiki mesin penyulingan air yang fungsinya membersihkan air dari sampah, sebelum dialirkan lagi kesungai.
Sistem daur ulang di Jepang, menganut dua langkah besar,
1. Pemisahan material dan pengumpalan
2. Pemrosesan dan daur ulang sampah.
Kesadaran, gotong royong dan kerjasama yang baik antarwaga, pemerintah dan segenap elemen masyarakat menjadikan pengolahan sampah di Jepang dapat berjalan lancar,
Peran berbagai pihak dalam pengelolaan sampah di Jepang.
1. Peran Lembaga Pendidikan Dalam Pengelolaan Sampah
Program Gomi Zero Di Hiroshima City University. Mahasiswa Turun Ke Jalan Untuk Membersihkan Sampah.
Peran lembaga pendidikan dalam pengelolaan sampah sangat penting sekali. Salah satu fungsi lembaga pendidikan dalam hal pengelolaan sampah adalah menyadarkan generasi muda Jepang tentang etika, bahaya dan efek buruk sampah melalui jalur pendidikan sejak dini. Salah satu hal yang menarik adalah bukan hanya mengajarkan teori belaka tetapi turut aktif terjun langsung dengan cara mengerahkan semua muridnya untuk membersihkan sampah di dalam lingkungan sekolah dan sekitarnya. Program seperti ini dikalangan masyarakat Jepang dikenal dengan istilah gomi zero, gomi artinya sampah dan zero artinya nol jadi bisa diartikan gerakan tidak ada sampah. Bukan hanya dikalangan taman kanak kanak dan sekolah dasar, program gomi zero dikalangan lembaga pendidikan juga dilakukan sampai tingkat universitas dengan cara sama seperti anak anak sekolah dasar, yaitu membersihkan lingkungan dalam kampus dan sekitarnya. 2. Peran Serta Perusahaan
Gomi Zero Oleh Para Karyawan Perusahaan Dengan Membersihkan Sampah Di Tepi Sungai.
Bagaimana peran perusahaan dalam hal pengelolaan sampah? Ternyata persan perusahaan juga sangat besar baik dalam pengelolaan sampah di dalam perusahaan maupun lingkungan sekitarnya. Sampah di dalam perusahaan diatur sangat ketat dalam proses pemisahannya. Dalam kondisi tertentu misalnya menyangkut sampah jenis khusus perusahaan menggandeng perusahaan pengelola sampah secara khusus. Perusahaan juga tidak ketinggalan berperan serta dalam pemeliharaan lingkungan melalui program gomi zero secara berkala. Kalau sudah ada program gomi zero, semua karyawan ikut tidak terkecuali. Jadi tidak heran jika kita lihat orang yang pakaiannya rapi pakai jas dan dasi berkeliaran di jalan memunguti sampah. Aktivitas gomi zero ini diabadikan kemudian di tempel di papan pengumuman agar semangat gomi zero tidak pernah luntur.
3. Peran Masyarakat
Gomi Zero Oleh Masyarakat Jepang Yang Tinggal Di Daerah Pantai
Kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah di Jepang sangat tinggi sekali. Hasilnya luar biasa, dari lingkungan tempat tinggal, stasiun, jalan raya dan lingkungan, taman, daerah aliran sungai sampai pusat kota terlihat bersih dan cantik sekali.
Untuk membangun kesadaran itu, kelompok masyarakat seperti “chonaikai” melakukan aksi-aksi kampanye kepedulian lingkungan di berbagai lapisan masyarakat. Beberapa sukarelawan ada yang secara aktif turun ke perumahan untuk memonitor pembuangan sampah, dan berdialog dengan warga tentang cara penanganan sampah.
Tidak hanya itu, tekanan sosial dari masyarakat Jepang apabila kita tidak membuang sampah pada tempat dan jenisnya. Rasa malu menjadi kunci efektivitas penanganan sampah di Jepang. Ketiga, program edukasi yang masif dan agresif dilakukan sejak dini. Anak-anak di Jepang, sejak kelas 3 SD sudah dilatih cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Hal tersebut membangun kultur buang sampah yang mampu tertanam di alam bawah sadar. Membuang sampah sesuai jenis sudah menjadi “habit”.
4. Regulasi Dari Pemerintah Jepang
Poin keempat yaitu regulasi ini sangat vital bagi pengelolaan sampah di Jepang. Karena jika tidak ada regulasi yang hebat pengelolaan sampah di Jepang tidak akan berjalan dengan baik. Regulasi yang bersifat menyeluruh diatur oleh pemerintah pusat, sedangkan yang bersifat teknis diatur oleh pemerintah daerah.
a. Jadwal Membuang Sampah Per Tahun Yang Jelas
Jadwal membuang sampah di Jepang diterbitkan oleh tiap-tiap pemerintah daerah setahun sekali berlaku dari bulan April sampai Maret tahun berikutnya. Setiap daerah memiliki jadwal yang berbeda beda sehingga tidak akan tabrakan. Jadwal ini sangat penting karena menjadi salah satu patokan dalam membuang sampah di Jepang. Jangan sampai salah hari karena tidak akan diangkut. Misalnya saja hari senin jadwalnya membuang sampah yang bisa dibakar,. Jika membuang jenis lain misalnya jenis sampah plastik bisa bisa petugas tidak akan mengangkutnya. Akhirnya numpuk dan mengganggu pemandangan.
b. Pembagian Jenis Sampah Yang Detil
Pembagian jenis sampah dijelaskan bersamaan dengan jadwal membuang sampah dengan pembagian yang sangat detil bahkan kadang membingungkan. Orang Jepang sendiri juga berpendapat pembagian sampah kadang membingungkan dan cenderung ribet. Sampah dibagi menjadi sampah rumah tangga yang bisa dibakar, plastik, koran, kertas, botol, kaca, besi dan sampah campuran yang tidak bisa dibakar. Untuk jenis sampah tertentu dikenakan biaya misalnya saja sampah televisi sekitar 1000 yen atau 100 ribu rupiah, kulkas sekitar 3000 yen atau 300 ribu rupiah dan sampah mobil bisa mencapai 10.000 yen atau sekitar 1 juta rupiah.
c. Lokasi Tempat Buang Sampah
Lokasi tempat membuang sampah juga diatur per daerah. Misalnya daerah A tempat buang sampahnya di B, daerah C tempat buangnya di D dan seterusnya. Tidak bisa sembarangan. Dilarang keras membuang sampah bukan di tempatnya, misalnya saja pinggir jalan, sungai atau tempat tempat kosong.
d. Warna Plastik Tempat Sampah Yang Berbeda
Setiap daerah menerbitkan kantong plastik yang warnanya berbeda beda dan tertulis nama daerahnya. Sampah rumah tangga yang bisa dibakar kantong plastiknya berwarna hijau, sampah plastik berwarna merah dan kerta berwarna kuning. Kantong plastik didaerah tempat tinggal seseorang hanya berlaku di daerah tersebut. Jika dibuang di daerah lain tidak akan diangkut oleh petugas.
e. Fasilitas Pengolahan Sampah Yang Lengkap
Fasilitas pengolahan sampah di Jepang terkenal dengan istilah Kurin Senta atau Clean Center. Pengolahan sampah disini kalau di Indonesia kita kenal dengan istilah Tempat Pembuangan Akhir atau TPA. Tapi ada perbedaan yang mencolok antara TPA di Indonesia dan di Jepang. TPA di Indonesia identik dengan sampah yang jumlahnya menggunung dan baunya hebat sekali. Sedangkan di Jepang yang namanya TPA bentuknya kayak gedung perkantoran yang punya tower. Lingkungan sekitar juga tidak akan protes karena memang tidak mengeluarkan bau tidak sebab. Karena sampah yang dikumpulkan diproses sesuai dengan jenis sampahnya. Untuk sampah rumah tangga dibakar sedangkan sampah jenis lainnya didaur ulang untuk dijadikan produk lain. Boleh dikatakan tidak ada yang tersisa karena semua diproses lebih lanjut.
VI. Perkembangan Sampah di Dunia
Sebuah studi yang dikeluarkan Bank Dunia memperkirakan biaya pengelolaan sampah di seluruh muka bumi dalam kurun waktu 13 tahun mendatang bakal meningkat dari US$205 miliar (Rp1.845 triliun) pada tahun 2012 menjadi US$376 miliar (Rp3.375 triliun) pada 2025.
Dalam laporan berjudul What a Waste: A Global Review of Solid Waste Management disebutkan, total sampah yang dihasilkan di seluruh dunia pada tahun ini mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun. Pada 2025 mendatang, volume sampah dunia diprediksi bisa mencapai hampir dua kali lipat atau sebanyak 2,2 miliar ton.
Bank Dunia memperkirakan penambahan volume sampah dunia sebagian besar berasal dari negara berkembang. Sementara biaya pengelolaan sampah yang makin mahal, justru diperkirakan bakal meningkat di sejumlah negara berpendapatan rendah. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang baik, terutama di negara berpendapatan rendah, menjadi isu yang penting.
Bank Dunia menjelaskan, pengelolaan sampah di sejumlah kota besar merupakan pelayanan utama yang harus diberikan pemerintah kota. Di negara berpendapatan rendah, anggaran pengelolaan sampah bahkan menjadi salah satu alokasi terbesar dari pemerintah setempat. Tak hanya itu, sektor ini juga menyerap tenaga kerja sangat besar.
Sebuah kota yang tak bisa mengelola sampah dengan baik, biasanya menunjukkan ketidaksanggupan dalam mengelola pelayanan masyarakat lain yang jauh lebih komplek seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Meningkatkan kemampuan pengelolaan sampah merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperkuat pengelolaan pemerintahan secara keseluruhan.
Laporan tersebut juga mengungkapkan, negara yang mengalami peningkatan jumlah sampah tertinggi dalam beberapa tahun ke depan adalah China. Negara Panda ini melewati volume sampah dari Amerika Serikat yang menempati posisi puncak di tahun 2004 lalu. Sejumlah negara penghasil sampah terbanyak lainnya berasal dari kawasan Asia Timur, sebagian Eropa Timur, dan Timur Tengah.
Negara maju merupakan penghasil sampah elektronik terbesar di dunia, diantaranya Amerika dan Jepang. Negara tersebut merupakan produsen dari produk-produk elektronik terbesar di dunia yang siklus perkembangan di bidang teknologi sangat cepat dan pesat, hal ini juga diimbangi sifat daya beli konsumen juga besar pula. Kebanyakan negara maju membuang sampah elektroniknya dengan mengekspor ke negara-negara berkembang. Tak kurang 20.000 hingga 50.000 ton sampah elektronik dibuang ke negara berkembang. Sungguh ironis memang, disatu sisi negara maju ingin merubah pola hidup mereka agar dapat hidup lebih dekat dengan lingkungan tetapi dengan cara yang salah dan disatu sisi negara berkembang yang menerima sampah elektronik tersebut menggunakan suku cadang bekas dari barang elektronik tersebut untuk diribah menjadi barang elektronik kembali.
Negara berkembang yang selalu menjadi tempat sampah elektronik diantaranya adalah Cina. Di Cina sampah elektronik yang masuk ke pelabuhan melalui peti kemas kemudian dikumpulkan ke penampungan barang elektronik bekas. Sampah-sampah elektronik tersebut kemudian dipilah-pilah dan diambil suku cadangnya yang masih bisa digunakan. Para pekerja yang kebanyakan dari golongan ekonomi menengah kebawah bekerja melebur timah, mengambil komponen dari sirkuit-sirkuit dari barang elektronik tanpa menggunakan pelindung khusus. Dari kumpulan suku cadang bekas tersebut, kemudian dirubah menjadi barang elektronik kembali dengan nilai jual yang tinggi, tetapi dengan usia produk yang pendek, kemudian dijual secara ilegal ataupun legal ke negara-negara lainnya. Sedangkan sampah-sampah elektronik yang tidak dapat digunakan kembali dibiarkan menumpuk dan sebagian dibakar untuk mengurangi tumpukan sampah elektronik.
Pola konsumsi masyarakat dan pola produksi yang tidak terbatas menjadi faktor utama semakin banyaknya sampah-sampah elektronik di dunia. Alangkah baiknya jika mulai sekarang para produsen barang elektronik memproduksi barang elektronik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang di kemudian hari.
Konvensi Basel yang bernama asli Basel Convention on the Control oh Transboundary Movements of Hazardous Wastes and Their Disposal, dinyatakan berlaku pada 1989 dengan 118 negara penandatangan. Konvensi internasional ini lahir sebagai bentuk keprihatinan atas semakin massive nya ekspor perdagangan sampah berbahaya dari negara maju ke negara berkembang. Konvensi Bassel dikemudian hari menjadi alat legitimasi untuk perdagangan limbah berbahaya lintas negara. Namun perlawanan datang dari dari negara-negara berkembang yang dimotori LSM lingkungan, yang kemudian melahirkan Basel Ban Amandement yang melakukan amandemen terhadap Konvensi Basel dengan mempertegas larangan pengangkutan limbah berbahaya lintas negara.
Basel Ban Amandement dinyatakan berlaku apabila diratifikasi oleh 62 negara dan saat ini telah diratifikasi oleh 63 negara. Namun karena adanya perbedaan penafsiran, Ban Amandement belum dapat diberlakukan. Hal ini lebih disebabkan oleh sejumlah kecil negara maju yang tergabung dalam ”JUSCANZ” (Japan, US, Canada, Australia, New Zealand) yang menolak dilakukannya pelarangan. Karena pada kenyataannya, negara-negara tersebut yang paling banyak melakukan ekspor limbah beracunnya seperti limbah elektronik (e-wastes) ke negara berkembang.

Referensi: DR Arif Zulkifli; http://bangazul.blogspot.com/2013/01/pengelolaan-sampah-3.html
»»  Read More...